9/05/2015

4 Upaya untuk Mencapai Prestasi

Berbagai upaya untuk mencapai prestasi dapat dilakukan dengan cara-cara sebagaimana dikemukakan oleh Sujiyanto yaitu :

1. Kreatif dan inovatif
Kreatif dan inovativ merupakan upaya
memiliki daya cipta, dan kemampuan un-
tuk menciptakan sesuatu hal. Sedangkan
inovatif berarti memperkenalkan sesuatu
yang baru bersifat pembaharuan, upaya
berprestasi dengan cara memperbarui atau
menyempurnakan metode, sistem, atau
strategi yang ada menjadi lebih sesuai atau
relevan dengan perkembangan jaman.
Ciri-cirinya antara lain peka terhadap
lingkungan, dinamis dan progresif, serta
terbuka.

2. Tanggung-jawab
Tanggung jawab merupakan ke-
wajiban yang harus dilakukan atau di-
kerjakan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk
menyelesaikan tugas yang diterimanya dengan sebaik
mungkin. Untuk itu bisa dilakukan dengan cara skala
prioritas, fokus program dan penjadwalan dan optimal-
isasi kegiatan secara terpadu. Seseorang yang bertang-
gungjawab akan dapat berprestasi dengan baik karena
dia telah menyelesaikan kewajibannya dengan baik
sesuai yang telah disepakati sebelumnya. Tanggung-
jawab tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada
masyarakat dan yang paling tinggi pada Tuhan Yang
Maha Esa.

3. Bekerja keras
Orang yang suka bekerja keras disayang Tuhan,
kalian tentu ingat “beribadahlah kamu seolah akan
mati esok hari dan bekerjalah dengan keras seolah
kamu akan hidup 1000 tahun lagi.” Ini berarti setiap
orang akan serius dalam mengerjakan sesuatu.
Akan mengoptimalkan seluruh daya dan upaya demi
tercapainya suatu prestasi diri dengan bekerja keras.
Dalam bekerja keras kalian tidak akan terlepas
dari kekuatan ketahanan mental, karena pengemban-
gan diri tidak bisa terlepas dari kekuatan ketahanan mental. Kesuksesan yang tidak disertai dengan keta-hanan mental akan menjadi kesuksesan yang rapuh fondasinya.Untuk itu ketahanan mental harus kita tempa dan kita tanamkan sejak kita mulai perjuangan dengan cara memelihara spirit sebagai manusia pembelajar yang sejati, selalu berdoa, selalu mengucap syukur dan bermeditasi.

4. Memanfaatkan Sumber Daya
Walaupun manusia sebagai mahluk yang paling sempurna di dunia ini tetapi tidak dapat hidup sendiri, melainkan tetap membutuhkan sumber daya yang ada di sekitarnya. Memanfaatkan sumber daya alam dan bekerjasama dengan manusia lainnya demi tercapainya tujuan.
Setiap individu dituntut untuk menguasai beberapa keterampilan seperti keterampilan pribadi, keterampilan sosial, keterampilan akademik dan keterampilan dalam bidang tertentu. Selain itu sebagai mahluk sosial, manusia juga dituntut untuk mampu mengatasi segala masalah yang timbul sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sosial dan harus mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku.
Dalam hubungannya dengan prestasi diri dan sebagai mahluk sosial maka penekanan lebih pada keterampilan-keterampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya, biasanya disebut dengan aspek psikososial. Keterampilan tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak, misalnya dengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain atau bercanda dengan teman-teman sebaya, memberikan tugas dan tanggungjawab sesuai perkembangan anak, dan sebagainya. Dengan mengembangkan keterampilan tersebut sejak dini maka akan memudahkan anak dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan berikutnya sehingga ia dapat berkembang secara normal dan sehat saat ia remaja atau dewasa.
Dalam pandangan Zainun Mu’tadin bahwa keterampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting dan krusial manakala anak
sudah menginjak masa remaja. Hal ini disebabkan
karena pada masa remaja individu sudah memasuki
dunia pergaulan yang lebih luas dimana pengaruh teman-
teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan.
Kegagalan remaja dalam menguasai keterampilan-
keterampilan sosial akan menyebabkan dia sulit
menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya
sehingga dapat menyebabkan rasa rendah diri,
dikucilkan dari pergaulan, cenderung berperilaku
yang kurang normatif (misalnya asosial ataupun
anti sosial), dan bahkan dalam perkembangan
yang lebih ekstrim bisa menyebabkan terjadinya
gangguan jiwa, kenakalan remaja, tindakan
kriminal, tindakan kekerasan, dan sejenisnya.
Keadaan ini dinamakan prestasi diri yang negatif
atau gagal. Tentu sangat susah untuk membuat
mereka berperan serta dalam berbagai aktivitas
yang berujung pada prestasi, atau memiliki prestasi
diri yang positif atau sukses.
Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka amatlah
penting bagi remaja untuk dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial dan kemampuan untuk
menyesuaikan diri. Permasalahannya adalah bagaimana
cara melakukan hal tersebut dan aspek-aspek apa saja yang
harus diperhatikan.Hal ini penting sekali karena seseorang
yang punya potensi sekalipun tidak selamanya akan selalu
sukses. Kadangkala dia akan mengalami kegagalan. Tetapi
menanamkan pengertian bahwa kegagalan adalah sukses
yang tertunda adalah penting sekali, sehingga dia akan
terpacu untuk mencoba lagi sampai berhasil.

Tidak ada komentar:

9/05/2015

4 Upaya untuk Mencapai Prestasi

Berbagai upaya untuk mencapai prestasi dapat dilakukan dengan cara-cara sebagaimana dikemukakan oleh Sujiyanto yaitu :

1. Kreatif dan inovatif
Kreatif dan inovativ merupakan upaya
memiliki daya cipta, dan kemampuan un-
tuk menciptakan sesuatu hal. Sedangkan
inovatif berarti memperkenalkan sesuatu
yang baru bersifat pembaharuan, upaya
berprestasi dengan cara memperbarui atau
menyempurnakan metode, sistem, atau
strategi yang ada menjadi lebih sesuai atau
relevan dengan perkembangan jaman.
Ciri-cirinya antara lain peka terhadap
lingkungan, dinamis dan progresif, serta
terbuka.

2. Tanggung-jawab
Tanggung jawab merupakan ke-
wajiban yang harus dilakukan atau di-
kerjakan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk
menyelesaikan tugas yang diterimanya dengan sebaik
mungkin. Untuk itu bisa dilakukan dengan cara skala
prioritas, fokus program dan penjadwalan dan optimal-
isasi kegiatan secara terpadu. Seseorang yang bertang-
gungjawab akan dapat berprestasi dengan baik karena
dia telah menyelesaikan kewajibannya dengan baik
sesuai yang telah disepakati sebelumnya. Tanggung-
jawab tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada
masyarakat dan yang paling tinggi pada Tuhan Yang
Maha Esa.

3. Bekerja keras
Orang yang suka bekerja keras disayang Tuhan,
kalian tentu ingat “beribadahlah kamu seolah akan
mati esok hari dan bekerjalah dengan keras seolah
kamu akan hidup 1000 tahun lagi.” Ini berarti setiap
orang akan serius dalam mengerjakan sesuatu.
Akan mengoptimalkan seluruh daya dan upaya demi
tercapainya suatu prestasi diri dengan bekerja keras.
Dalam bekerja keras kalian tidak akan terlepas
dari kekuatan ketahanan mental, karena pengemban-
gan diri tidak bisa terlepas dari kekuatan ketahanan mental. Kesuksesan yang tidak disertai dengan keta-hanan mental akan menjadi kesuksesan yang rapuh fondasinya.Untuk itu ketahanan mental harus kita tempa dan kita tanamkan sejak kita mulai perjuangan dengan cara memelihara spirit sebagai manusia pembelajar yang sejati, selalu berdoa, selalu mengucap syukur dan bermeditasi.

4. Memanfaatkan Sumber Daya
Walaupun manusia sebagai mahluk yang paling sempurna di dunia ini tetapi tidak dapat hidup sendiri, melainkan tetap membutuhkan sumber daya yang ada di sekitarnya. Memanfaatkan sumber daya alam dan bekerjasama dengan manusia lainnya demi tercapainya tujuan.
Setiap individu dituntut untuk menguasai beberapa keterampilan seperti keterampilan pribadi, keterampilan sosial, keterampilan akademik dan keterampilan dalam bidang tertentu. Selain itu sebagai mahluk sosial, manusia juga dituntut untuk mampu mengatasi segala masalah yang timbul sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sosial dan harus mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku.
Dalam hubungannya dengan prestasi diri dan sebagai mahluk sosial maka penekanan lebih pada keterampilan-keterampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya, biasanya disebut dengan aspek psikososial. Keterampilan tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak, misalnya dengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain atau bercanda dengan teman-teman sebaya, memberikan tugas dan tanggungjawab sesuai perkembangan anak, dan sebagainya. Dengan mengembangkan keterampilan tersebut sejak dini maka akan memudahkan anak dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan berikutnya sehingga ia dapat berkembang secara normal dan sehat saat ia remaja atau dewasa.
Dalam pandangan Zainun Mu’tadin bahwa keterampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting dan krusial manakala anak
sudah menginjak masa remaja. Hal ini disebabkan
karena pada masa remaja individu sudah memasuki
dunia pergaulan yang lebih luas dimana pengaruh teman-
teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan.
Kegagalan remaja dalam menguasai keterampilan-
keterampilan sosial akan menyebabkan dia sulit
menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya
sehingga dapat menyebabkan rasa rendah diri,
dikucilkan dari pergaulan, cenderung berperilaku
yang kurang normatif (misalnya asosial ataupun
anti sosial), dan bahkan dalam perkembangan
yang lebih ekstrim bisa menyebabkan terjadinya
gangguan jiwa, kenakalan remaja, tindakan
kriminal, tindakan kekerasan, dan sejenisnya.
Keadaan ini dinamakan prestasi diri yang negatif
atau gagal. Tentu sangat susah untuk membuat
mereka berperan serta dalam berbagai aktivitas
yang berujung pada prestasi, atau memiliki prestasi
diri yang positif atau sukses.
Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka amatlah
penting bagi remaja untuk dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial dan kemampuan untuk
menyesuaikan diri. Permasalahannya adalah bagaimana
cara melakukan hal tersebut dan aspek-aspek apa saja yang
harus diperhatikan.Hal ini penting sekali karena seseorang
yang punya potensi sekalipun tidak selamanya akan selalu
sukses. Kadangkala dia akan mengalami kegagalan. Tetapi
menanamkan pengertian bahwa kegagalan adalah sukses
yang tertunda adalah penting sekali, sehingga dia akan
terpacu untuk mencoba lagi sampai berhasil.

Tidak ada komentar: