4/12/2012

Melihat Permukaan Planet Mars Lebih Dekat

Untuk menyelidiki permukaan planet Mars, bukan manusia yang dikirim ke sana melainkan robot kecil. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa Mars memiliki pergantian musim dan memiliki kutub es. Terdapat tanda-tanda bahwa pada masa lalu di Mars ada air (cairan). Kita juga dapat melihat bahwa Mars berwarna merah atau sering disebut sebagai planet merah, hal ini disebabkan Mars mengandung oksida besi. Mars memiliki dua satelit Phobos dan Deimos.

Ilmuwan National Aeronautics and Space Administration (NASA) menunjukkan hasil foto dari kamera resolusi tinggi di Mars Reconnaissance Orbiter kepada publik. Hasil foto itu menunjukkan permukaan planet Mars dengan detail yang tajam.

Dilansir Telegraph, Rabu (11/4/2012), gambar beresolusi high definition (HD) itu menampilkan tekstur permukaan wilayah yang bernama Chaos Aureum di Planet Mars. Wilayah tersebut merupakan wilayah luas yang meliputi dataran tinggi, lahan yang curam dan tonjolan-tonjolan bebatuan.

Sebagian besar batuan di planet Mars itu awalnya telah terbentuk dari proses vulkanik atau sedimen. Hilangnya air atau es di permukaan Mars bisa menyebabkan keruntuhan pada tanah, kemudian membentuk fitur lereng perbukitan yang tampak miring.

High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) juga telah meluncurkan HiWish. Website itu memungkinkan penggunanya untuk melakukan log in dan memilih titik spot yang diinginkan untuk menampilkan gambar permukaan planet Mars.

Pengunjung website tersebut bisa melihat bentuk-bentuk menakjubkan yang tampak di permukaan planet Mars. Bahkan, terkadang menimbulkan persepsi yang tertuju pada objek unik yang telah dikenal.

Beberapa waktu lalu, Mars Reconnaissance Orbiter juga telah menangkap bentuk unik dari aliran lava yang menyerupai kepala gajah di planet Mars. Objek foto yang tertangkap ini memberikan satu contoh dari fenomena Pareidolia.

Fenomena Pareidolia itu bukanlah yang pertama. Beberapa puluh tahun yang lalu pernah ditemukan fenomena yang disebut dengan 'Human Face' atau wajah manusia pada 1976.

Para ilmuwan NASA telah menyatakan, fenomena tersebut sebagai ilusi optik yang disebabkan sudut pencahayaan dari matahari. Sehingga, membentuk morfologi permukaan dan bayangan unik yang dihasilkan serta memberikan kesan yang menyerupai wajah manusia.
sumber

Sementara itu Mars Reconnaissance Orbiter dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) menangkap bentuk unik dari aliran lava yang menyerupai kepala gajah di planet Mars. Objek foto yang tertangkap ini memberikan satu contoh dari fenomena Pareidolia.


Seperti dilansir MSN, Sabtu (7/4/2012), disebut fenomena Pareidolia, karena seolah-olah mata dan otak manusia dapat dibujuk untuk melihat pola akrab pada pengaturan objek benda yang asing. Pareidolia adalah penjelasan terbaik untuk istilah Face on Mars, Mermaid on Mars atau Happy Face on Mars yang menunjuk kepada gambar suatu objek yang telah dikenal.

Terbentuknya objek yang menyerupai kepala gajah ini menandakan adanya aktivitas geologi yang berlangsung selama miliaran tahun di planet merah itu. "Banjir lava menutupi daerah yang luas dan menempati (daratan itu) secara cepat, seperti banjir pada air," ujar Planetary Geologist, Alfred McEwen dari Arizona University.

Dia mengatakan, aliran lava ini bisa bergerak perlahan, tetapi ada juga bukti yang menyatakan lava ini dapat mengalir dengan cepat. "Sebagian besar aliran lahar di planet Bumi menempati daratan selama bertahun-tahun. Ini kemungkinan juga terjadi pada planet Mars. Dalam temuan ini, kemungkinan 'gajah' itu tidak bisa berlari dengan cepat." jelasnya

Fenomena Pareidolia ini bukanlah yang pertama, sebelumnya pernah ditemukan yang disebut dengan 'Human Face' atau wajah manusia pada 1976. Para ilmuwan NASA telah menyatakan bahwa itu sebagai ilusi optik yang disebabkan sudut pencahayaan dari matahari. Sehingga, membentuk mofrologi permukaan dan bayangan unik yang dihasilkan serta memberikan kesan yang menyerupai objek mata, hidung serta mulut.
sumber

4/12/2012

Melihat Permukaan Planet Mars Lebih Dekat

Untuk menyelidiki permukaan planet Mars, bukan manusia yang dikirim ke sana melainkan robot kecil. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa Mars memiliki pergantian musim dan memiliki kutub es. Terdapat tanda-tanda bahwa pada masa lalu di Mars ada air (cairan). Kita juga dapat melihat bahwa Mars berwarna merah atau sering disebut sebagai planet merah, hal ini disebabkan Mars mengandung oksida besi. Mars memiliki dua satelit Phobos dan Deimos.

Ilmuwan National Aeronautics and Space Administration (NASA) menunjukkan hasil foto dari kamera resolusi tinggi di Mars Reconnaissance Orbiter kepada publik. Hasil foto itu menunjukkan permukaan planet Mars dengan detail yang tajam.

Dilansir Telegraph, Rabu (11/4/2012), gambar beresolusi high definition (HD) itu menampilkan tekstur permukaan wilayah yang bernama Chaos Aureum di Planet Mars. Wilayah tersebut merupakan wilayah luas yang meliputi dataran tinggi, lahan yang curam dan tonjolan-tonjolan bebatuan.

Sebagian besar batuan di planet Mars itu awalnya telah terbentuk dari proses vulkanik atau sedimen. Hilangnya air atau es di permukaan Mars bisa menyebabkan keruntuhan pada tanah, kemudian membentuk fitur lereng perbukitan yang tampak miring.

High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) juga telah meluncurkan HiWish. Website itu memungkinkan penggunanya untuk melakukan log in dan memilih titik spot yang diinginkan untuk menampilkan gambar permukaan planet Mars.

Pengunjung website tersebut bisa melihat bentuk-bentuk menakjubkan yang tampak di permukaan planet Mars. Bahkan, terkadang menimbulkan persepsi yang tertuju pada objek unik yang telah dikenal.

Beberapa waktu lalu, Mars Reconnaissance Orbiter juga telah menangkap bentuk unik dari aliran lava yang menyerupai kepala gajah di planet Mars. Objek foto yang tertangkap ini memberikan satu contoh dari fenomena Pareidolia.

Fenomena Pareidolia itu bukanlah yang pertama. Beberapa puluh tahun yang lalu pernah ditemukan fenomena yang disebut dengan 'Human Face' atau wajah manusia pada 1976.

Para ilmuwan NASA telah menyatakan, fenomena tersebut sebagai ilusi optik yang disebabkan sudut pencahayaan dari matahari. Sehingga, membentuk morfologi permukaan dan bayangan unik yang dihasilkan serta memberikan kesan yang menyerupai wajah manusia.
sumber

Sementara itu Mars Reconnaissance Orbiter dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) menangkap bentuk unik dari aliran lava yang menyerupai kepala gajah di planet Mars. Objek foto yang tertangkap ini memberikan satu contoh dari fenomena Pareidolia.


Seperti dilansir MSN, Sabtu (7/4/2012), disebut fenomena Pareidolia, karena seolah-olah mata dan otak manusia dapat dibujuk untuk melihat pola akrab pada pengaturan objek benda yang asing. Pareidolia adalah penjelasan terbaik untuk istilah Face on Mars, Mermaid on Mars atau Happy Face on Mars yang menunjuk kepada gambar suatu objek yang telah dikenal.

Terbentuknya objek yang menyerupai kepala gajah ini menandakan adanya aktivitas geologi yang berlangsung selama miliaran tahun di planet merah itu. "Banjir lava menutupi daerah yang luas dan menempati (daratan itu) secara cepat, seperti banjir pada air," ujar Planetary Geologist, Alfred McEwen dari Arizona University.

Dia mengatakan, aliran lava ini bisa bergerak perlahan, tetapi ada juga bukti yang menyatakan lava ini dapat mengalir dengan cepat. "Sebagian besar aliran lahar di planet Bumi menempati daratan selama bertahun-tahun. Ini kemungkinan juga terjadi pada planet Mars. Dalam temuan ini, kemungkinan 'gajah' itu tidak bisa berlari dengan cepat." jelasnya

Fenomena Pareidolia ini bukanlah yang pertama, sebelumnya pernah ditemukan yang disebut dengan 'Human Face' atau wajah manusia pada 1976. Para ilmuwan NASA telah menyatakan bahwa itu sebagai ilusi optik yang disebabkan sudut pencahayaan dari matahari. Sehingga, membentuk mofrologi permukaan dan bayangan unik yang dihasilkan serta memberikan kesan yang menyerupai objek mata, hidung serta mulut.
sumber