9/04/2015

11 Potensi Diri Yang Positif

Potensi merupakan suatu daya yang dimiliki oleh
manusia, tetapi daya tersebut masih terpendam dalam diri
yang bersangkutan. Setiap manusia pada dasrnya memiliki
potensi, tetapi tidak setiap manusia berkehendak dan mau
bekerja keras untuk mendayagunakan potensi tersebut.
Pengertian potensi diri adalah kemampuan yang dimiliki
setiap pribadi (individu) yang mempunyai kemungkinan
untuk dikembangkan dalam berprestasi. Potensi diri adalah
kemampuan yang terpendam pada diri setiap orang, setiap
orang memilikinya. Potensi diri ada yang positif dan ada
yang negatif.
Potensi diri yang positif seperti :

1. Memiliki idealisme
Sebagai generasi muda kita harus memiliki ide
yang kita yakini kebenarannya dengan didukung fakta
dan berusaha untuk mewujudkannya dalam tujuan
hidup kita.

2. Dinamis dan kreatif
Sifat dinamis dan kreatif dalam arti selalu
berkembang mengikuti perkembangan jaman tanpa
berhenti untuk berkreasi dalam mencapai tujuan tanpa
mengabaikan norma-norma yang ada dalam kehidupan
sehari-hari, baik norma agama, norma hukum, norma
kesusilaan dan norma kesopanan.

3. Keberanian mengambil resiko
Setiap tindakan yang dilakukan bukan tanpa resiko, karena jika ada sebab pasti akan ada akibat. Untuk itu sebelum bertindak harus selalu mempertimbangkan masak-masak resiko yang akan timbul dan berusaha menghadapi serta mengatasinya dengan baik.

4. Optimis dan kegairahan semangat
Manusia yang hidup di era globalisasi sekarang ini tidak boleh pesimis, maka sebagai bagian dari dunia seseorang harus selalu optimis dan memiliki kegairahan semangat supaya tidak putus asa dan lemah sebelum bertanding. Para pahlawan telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia tetapi kita yang harus mempertahankan dan mengisinya melalui karya yang positif. Bangsa yang maju adalah bangsa yang rakyatnya mau bekerja keras, ulet dan tangguh dalam mewujudkan sebuah prestasi. Sebab perlu diingat bahwa Tuhan sendiri tidak akan mengubah kondisi suatu bangsa jika bangsa tersebut tidak mau berubah.

5. Kemandirian dan disiplin murni
Kita adalah bagian dari bangsa yang mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri dan memiliki disiplin yang tinggi. Pendidikan disiplin bukan hanya sekedar patuh terhadap aturan tetapi juga harus terwujud dalam bentuk pengakuan terhadap hak dan keinginan orang lain, serta mau mengambil bagian dalam memikul tanggung jawab sosial secara manusiawi.

6. Fisik yang kuat dan sehat
Apa artinya jiwa yang meledak-ledak penuh semangat dengan berbagai ide jika tidak ditunjang oleh fisik yang kuat dan sehat? Tentu tidak akan ada artinya. Untuk itu potensi diri yang positif harus memperhatikan masalah yang satu ini karena sangat penting peranannya. Ingatkah kalian dengan pepatah: “di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat (mensana in corpore sano)“? Nah potensi diri yang positif adalah yang menjaga kekuatan dan kesehatan fisik.

7. Sikap ksatria
Ksatria adalah sikap yang sportif yaitu berani
mengakui kesalahan dan kekalahan jika mengalaminya,
serta bersedia meminta maaf untuk tidak mengulangi
lagi perbuatan. Dalam falsafah masyarakat Jawa,
seseorang baru pantas bergelar ksatria jika dia dapat“
menang tanpa mengalahkan, kemudian mengalahkan
tanpa merendahkan dan menyerang tanpa menyakiti .”
8. Terampil dalam menerapkan IPTEK
Melalui pendidikan dan pelatihan para siswa
diharapkan dapat melatih keterampilannya dengan
memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah. Jika me-
mungkinkan dapat diperdalam di
luar sekolah, sehingga menjadi
generasi muda yang tidak gagap
teknologi, dan mampu bersaing
dengan bangsa lain di dunia.
Setelah itu mereka diharapkan
dapat menerapkan IPTEK dalam
kehidupan sehari-hari. Misalnya
dengan mengikuti lomba komputer
daerah atau nasional.
Ini merupakan peran serta yang baik dari
masyarakat dalam menunjang potensi diri siswa dalam
berprestasi sehingga terampil dalam menerapkan
IPTEK.

9. Kompetitif
Di tengah persaingan dunia seperti sekarang ini
setiap individu harus mampu menunjukkan kelebihan
dirinya, diantaranya dengan berkompetisi dengan
bangsa lainnya. Kompetisi berasal dari bahasa Latin
to competere yang kalau di Inggriskan menjadi to seek
together (mencari bersama), to agree (menyetujui) atau
to coincide (menyepakati bersama). Sebenarnya dalam
berkompetisi tidak ditemukan adanya ajaran yang
menjadikan orang lain sebagai objek atau musuh. Jadi
kompetitif adalah orang lain dijadikan sebagai mitra
dalam mencapai suatu prestasi.

Masalah yang muncul jangan
sampai kata kompetisi menjadi
konkurensi
(to conquer defeat/overcome
enemy) mengalahkan orang lain/musuh.
Oleh karena hasil yang dicapai bukan
lagi kemenangan
(winning) melainkan
memukul mundur
(beating). Selain itu
jika kompetisi mensyaratkan adanya
kompetensi atau keahlian, maka dalam
konkurensi akan ada komparasi, gaya
hidup membandingkan secara tidak sehat, dan praktik
konkurensi adalah produk muatan pikiran irrasional yang
bertentangan dengan logika hidup rasional. Bersaing itu
sehat karena ada acuan, akan mendorong terciptanya
energi dan akan dapat memacu prestasi diri seseorang,
asal jangan menghalalkan segala cara, dan harus selalu
ingat dosa dan Tuhan selalu mengawasi perilaku umatnya.
Jika harus bersaing seharusnya dimulai dengan langkah
sebagai berikut :
a. Berani memulai
b. Fokus pada keunggulan
c. Transformasi energi konkurensi
Maksudnya seseorang jika hendak bersaing harus
mempersiapkan ke tiga hal di atas yaitu berani memulai
tidak menunda, kemudian memfokuskan pada keunggulan
yang dimiliki serta yang tidak kalah pentingnya adalah
mengubah energi persaingan yang bersifat negatif menjadi
sesuatu yang positif, supaya terjadi persaingan yang sehat
dan mencapai hasil yang optimal.

10. Daya pikir yang kuat
Untuk mencapai keberhasilan, seseorang harus
memiliki daya pikir yang kuat dan didukung dengan motivasi
yang kuat pula dalam dirinya. Karena hal ini merupakan
penggerak untuk melakukan aktivitas, sebagaimana yang
dikemukakan oleh Descartes “Aku berfi kir maka aku ada”.
Jika orang mempunyai kemampuan dan kemauan untuk
berpikir dengan kuat maka dia akan mampu berprestasi
dengan baik.

11. Memiliki bakat
Seseorang yang memiliki bakat yaitu mempunyai potensi yang dimilikinya sungguh beruntung karena akan mudah dalam mewujudkan prestasi dirinya. Untuk itu perlu dukungan dari keluarga dan lingkungan. Bakat yang besar tadi harus didukung dengan motivasi yang kuat dari dalam dirinya. Seorang pemimpin yang hebat selain bisa dipersiapkan melalui pendidikan dan pelatihan akan lebih hebat jika dia memiliki bakat terpendam sebagai potensi dirinya.
Dalam upaya mengembangkan potensi diri ada 4 tahapan yang perlu diperhatikan, antara lain :
a. Mengenali diri sendiri
b. Memposisikan diri
c. Mendobrak diri
d. Aktualisasi diri

Tidak ada komentar:

9/04/2015

11 Potensi Diri Yang Positif

Potensi merupakan suatu daya yang dimiliki oleh
manusia, tetapi daya tersebut masih terpendam dalam diri
yang bersangkutan. Setiap manusia pada dasrnya memiliki
potensi, tetapi tidak setiap manusia berkehendak dan mau
bekerja keras untuk mendayagunakan potensi tersebut.
Pengertian potensi diri adalah kemampuan yang dimiliki
setiap pribadi (individu) yang mempunyai kemungkinan
untuk dikembangkan dalam berprestasi. Potensi diri adalah
kemampuan yang terpendam pada diri setiap orang, setiap
orang memilikinya. Potensi diri ada yang positif dan ada
yang negatif.
Potensi diri yang positif seperti :

1. Memiliki idealisme
Sebagai generasi muda kita harus memiliki ide
yang kita yakini kebenarannya dengan didukung fakta
dan berusaha untuk mewujudkannya dalam tujuan
hidup kita.

2. Dinamis dan kreatif
Sifat dinamis dan kreatif dalam arti selalu
berkembang mengikuti perkembangan jaman tanpa
berhenti untuk berkreasi dalam mencapai tujuan tanpa
mengabaikan norma-norma yang ada dalam kehidupan
sehari-hari, baik norma agama, norma hukum, norma
kesusilaan dan norma kesopanan.

3. Keberanian mengambil resiko
Setiap tindakan yang dilakukan bukan tanpa resiko, karena jika ada sebab pasti akan ada akibat. Untuk itu sebelum bertindak harus selalu mempertimbangkan masak-masak resiko yang akan timbul dan berusaha menghadapi serta mengatasinya dengan baik.

4. Optimis dan kegairahan semangat
Manusia yang hidup di era globalisasi sekarang ini tidak boleh pesimis, maka sebagai bagian dari dunia seseorang harus selalu optimis dan memiliki kegairahan semangat supaya tidak putus asa dan lemah sebelum bertanding. Para pahlawan telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia tetapi kita yang harus mempertahankan dan mengisinya melalui karya yang positif. Bangsa yang maju adalah bangsa yang rakyatnya mau bekerja keras, ulet dan tangguh dalam mewujudkan sebuah prestasi. Sebab perlu diingat bahwa Tuhan sendiri tidak akan mengubah kondisi suatu bangsa jika bangsa tersebut tidak mau berubah.

5. Kemandirian dan disiplin murni
Kita adalah bagian dari bangsa yang mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri dan memiliki disiplin yang tinggi. Pendidikan disiplin bukan hanya sekedar patuh terhadap aturan tetapi juga harus terwujud dalam bentuk pengakuan terhadap hak dan keinginan orang lain, serta mau mengambil bagian dalam memikul tanggung jawab sosial secara manusiawi.

6. Fisik yang kuat dan sehat
Apa artinya jiwa yang meledak-ledak penuh semangat dengan berbagai ide jika tidak ditunjang oleh fisik yang kuat dan sehat? Tentu tidak akan ada artinya. Untuk itu potensi diri yang positif harus memperhatikan masalah yang satu ini karena sangat penting peranannya. Ingatkah kalian dengan pepatah: “di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat (mensana in corpore sano)“? Nah potensi diri yang positif adalah yang menjaga kekuatan dan kesehatan fisik.

7. Sikap ksatria
Ksatria adalah sikap yang sportif yaitu berani
mengakui kesalahan dan kekalahan jika mengalaminya,
serta bersedia meminta maaf untuk tidak mengulangi
lagi perbuatan. Dalam falsafah masyarakat Jawa,
seseorang baru pantas bergelar ksatria jika dia dapat“
menang tanpa mengalahkan, kemudian mengalahkan
tanpa merendahkan dan menyerang tanpa menyakiti .”
8. Terampil dalam menerapkan IPTEK
Melalui pendidikan dan pelatihan para siswa
diharapkan dapat melatih keterampilannya dengan
memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah. Jika me-
mungkinkan dapat diperdalam di
luar sekolah, sehingga menjadi
generasi muda yang tidak gagap
teknologi, dan mampu bersaing
dengan bangsa lain di dunia.
Setelah itu mereka diharapkan
dapat menerapkan IPTEK dalam
kehidupan sehari-hari. Misalnya
dengan mengikuti lomba komputer
daerah atau nasional.
Ini merupakan peran serta yang baik dari
masyarakat dalam menunjang potensi diri siswa dalam
berprestasi sehingga terampil dalam menerapkan
IPTEK.

9. Kompetitif
Di tengah persaingan dunia seperti sekarang ini
setiap individu harus mampu menunjukkan kelebihan
dirinya, diantaranya dengan berkompetisi dengan
bangsa lainnya. Kompetisi berasal dari bahasa Latin
to competere yang kalau di Inggriskan menjadi to seek
together (mencari bersama), to agree (menyetujui) atau
to coincide (menyepakati bersama). Sebenarnya dalam
berkompetisi tidak ditemukan adanya ajaran yang
menjadikan orang lain sebagai objek atau musuh. Jadi
kompetitif adalah orang lain dijadikan sebagai mitra
dalam mencapai suatu prestasi.

Masalah yang muncul jangan
sampai kata kompetisi menjadi
konkurensi
(to conquer defeat/overcome
enemy) mengalahkan orang lain/musuh.
Oleh karena hasil yang dicapai bukan
lagi kemenangan
(winning) melainkan
memukul mundur
(beating). Selain itu
jika kompetisi mensyaratkan adanya
kompetensi atau keahlian, maka dalam
konkurensi akan ada komparasi, gaya
hidup membandingkan secara tidak sehat, dan praktik
konkurensi adalah produk muatan pikiran irrasional yang
bertentangan dengan logika hidup rasional. Bersaing itu
sehat karena ada acuan, akan mendorong terciptanya
energi dan akan dapat memacu prestasi diri seseorang,
asal jangan menghalalkan segala cara, dan harus selalu
ingat dosa dan Tuhan selalu mengawasi perilaku umatnya.
Jika harus bersaing seharusnya dimulai dengan langkah
sebagai berikut :
a. Berani memulai
b. Fokus pada keunggulan
c. Transformasi energi konkurensi
Maksudnya seseorang jika hendak bersaing harus
mempersiapkan ke tiga hal di atas yaitu berani memulai
tidak menunda, kemudian memfokuskan pada keunggulan
yang dimiliki serta yang tidak kalah pentingnya adalah
mengubah energi persaingan yang bersifat negatif menjadi
sesuatu yang positif, supaya terjadi persaingan yang sehat
dan mencapai hasil yang optimal.

10. Daya pikir yang kuat
Untuk mencapai keberhasilan, seseorang harus
memiliki daya pikir yang kuat dan didukung dengan motivasi
yang kuat pula dalam dirinya. Karena hal ini merupakan
penggerak untuk melakukan aktivitas, sebagaimana yang
dikemukakan oleh Descartes “Aku berfi kir maka aku ada”.
Jika orang mempunyai kemampuan dan kemauan untuk
berpikir dengan kuat maka dia akan mampu berprestasi
dengan baik.

11. Memiliki bakat
Seseorang yang memiliki bakat yaitu mempunyai potensi yang dimilikinya sungguh beruntung karena akan mudah dalam mewujudkan prestasi dirinya. Untuk itu perlu dukungan dari keluarga dan lingkungan. Bakat yang besar tadi harus didukung dengan motivasi yang kuat dari dalam dirinya. Seorang pemimpin yang hebat selain bisa dipersiapkan melalui pendidikan dan pelatihan akan lebih hebat jika dia memiliki bakat terpendam sebagai potensi dirinya.
Dalam upaya mengembangkan potensi diri ada 4 tahapan yang perlu diperhatikan, antara lain :
a. Mengenali diri sendiri
b. Memposisikan diri
c. Mendobrak diri
d. Aktualisasi diri

Tidak ada komentar: