12/11/2015

Karya Ilmiah : PERENCANAAN PENAMBAHAN JAM BELAJAR MENGHADAPI UJIAN NASIONAL



PERENCANAAN PENAMBAHAN JAM BELAJAR MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

Oleh
Drs. Ibrahim Bewa, MA

Abstrak
Penambahan jam belajar pada sore hari merupakan suatu kegiatan layanan pendidikan untuk membantu mengatasi kesulitan siswa dalam penuntasan belajar atau memperdalam pokok-pokoh bahasan yang telah mereka pelajari sebelumnya.  Pada umumnya  materi pelajaran yang disajikan berbentuk penyelesaian contoh soal-soal UN sebelumnya  dan materi-materi pelajaran yang  sesuai dengan kisi-kisi UN. Penambahan jam belajar ini  merupakan Instruksi Pj. Bupati Aceh Utara, H. Ali Basyah yang disampaikan pada acara pencanangan UN yang jujur dan bersih pada tanggal 14 Januari 2012  di halaman SMAN 1 Muara Batu. Dengan adanya bimbingan khusus pada sore hari, peserta calon ujian merasa tidak gentar menghadapi UN  karena mereka telah terbiasa mengerjakan soal-soal UN. Beberapa bentuk kegiatan siswa dan guru dibahas dalam tulisan ini seperti membedah Standar Kompetensi Lulusan , mengkaji Kisi-kisi soal UN tahun berjalan , melalukan telaah soal, dan melakukan try out. Majelis Pendidikan Daerah (MPD) berkonstribusi langsung dalam kegiatan penambahan jam belajar ini dengan melakukan pemantauan dan monitoring ke sekolah.
I . Pendahuluan

Dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) sering ditemukan  adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam mencapai Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD) dan penguasaan materi pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Secara umum kesulitan dimaksud dapat berupa kurangnya pembahasan materi pembelajaran oleh guru di sekolah, kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran yang terbatas, maupun kurangnya latihan  dalam mengerjakan tugas-tugas,dan menyelesaikan soal-soal ujian baik yang diberikan oleh guru atau yang terdapat dalam buku paket dan buku referensi lainnya. Untuk mengurangi kesulitan siswa dalam hal tersebut, maka diperlukan program penambahan jam belajar pada sore hari berupa pemberian pembelajaran remedial atau perbaikan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Penjabat Bupati Aceh Utara, H. Ali Basyah dalam sambutanya pada acara pencanangan UN yang jujur dan bersih di halaman SMAN 1
Muara Batu pada tanggal 14 Januari 2012  mengatakan bahwa  Ujian Nasional (UN)Tahun ini harus benar-benar dilaksanakan secara tulus iklas, jujur dan berkualitas dengan menerapkan prinsip-prinsip pengawasan melekat, agar hasil yang diperoleh peserta didik benar-benar dapat dipertanggungjawabkan baik secara aturan perundang-undangan yang berlaku maupun secara moral. Selanjutnya beliau meinstruksikan kepada semua Kepala Sekolah agar melakukan rencana sistematis pembelajaran tambahan pada sore hari  untuk membantu mengatasi kesulitan siswa dalam penuntasan belajar dan sekaligus meminta Majelas Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Utara untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan ini.

II. Pembahasan Penambahan jam belajar.

 Sesuai dengan Instruksi Bupati Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara diminta untuk mengambil tindakan tegas kepada semua pihak yang melakukan kecurangan dalam Penyelenggara Ujian Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dinas Pendidikan dan MPD telah melakukan sosialisasi tersebut secara bersama kepada semua Stakeholders pendidikan. Semua SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara telah melakukan persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional (UN). Persiapan tersebut adalah dengan menerapkan tambahan jam belajar pada sore hari bagi kelas terakhir.  Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan pengawas sekolah bersama pengurus MPD, penambahan jam belajar pada sore hari telah dilakukan antara 2 sampai 3 hari  dalam seminggu dan dilakukan di luar jam belajar regular. Beberapa sekolah memang sudah agak terlambat melakukan “Persiapan menghadapi UN tahun ini, namun mereka berjanji akan melakukannya pada awal tahun pelajaran untuk kegiatan selanjutnya. Bila penambahan jam belajar dilakukan sejak awal tentu siswa memiliki persiapan yang cukup untuk menghadapi UN sehingga mereka mempunyai kesempatan yang lebih banyak dalam mengerjakan soal soal yang diperkirakan akan keluar pada UN nanti.
.
Pada umumnya  materi pelajaran yang diberikan pada
kegiatan tambahan tersebut berupa contoh soal-soal UN tahun lalu dan beberapa materi yang dibuat guru sesuai dengan kisi-kisi UN. Dengan adanya penambahan jam belajar ini, siswa diharapkan tidak lagi terasa terbebani dengan UN karena mereka telah terbiasa mengerjakan soal-soal UN. Selain itu, Sekolah juga  menganjurkan kepada siswa agar bisa mencari latihan-latihan soal dari berbagai referensi termasuk  dari internet. Dalam proses pembelajaran guru diharapkan dapat memadukan antara praktik dan teori. Sehingga siswa tidak hanya mengerti teori yang diajarkan namun siswa bisa secara langsung mempraktikkanya. Hal itu sesuai dengan tujuan dari proses pembelajaran, dimana siswa dituntut untuk memiliki skill atau keahlian dan terutama pada  SMK, dimana siswa memiliki skill yang nantinya menjadi modal dasar untuk terjun ke dunia kerja.

III. Bentuk  Kegiatan yang perlu dipersiapkan  Sekolah Dalam Menghadapi UN
Agar kegiatan tambahan jam belajar lebih efektif, maka sekolah diminta untuk melakukan hal hal sebagai berikut:

1.  Guru diminta untuk dapat membedah Standar Kompetensi Lulusan , mengkaji Kisi-kisi soal UN tahun berjalan yang telah disiapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), melalukan telaah soal serta mengujicobakan kepada siswa minimal 2 kali dan hasilnya dianalisis untuk mengetahui sejauh mana prosentase ketercapaian , baik ketercapaian Kompetensi Dasar  yang telah mereka pelajari maupun ketercapaian ketuntasan siswa secara individual dalam memahami materi pembelajaran dan menyelesaikan soal soal ujian yang standar kesulitannya sama dengan  Soal Ujian Nasoinal.

2. Membentuk Tim MGMP mata pelajaran UN  di sekolah masing-masing untuk membahas  Strategi Persiapan menghadai UN dan secara bersama sama menyiapkan bahan ajar serta merakit soal-soal berdasarkan indikator yang telah ditetapkan dalam kisi kisi UN.
3. Sekolah diminta secara dini melaksanakan program sukses Ujian Nasional dan Ujian Sekolah dengan  pengadaan jam tambahan dan pembahasan soal-soal UN dan US pada siswa kelas terakhir. Sekolah juga meminta dukungan semua pihak terutama dari komite sekolah untuk mengawasi kegiatan tambahan jam belajar ini agar berlangsung dengan baik dan semua siswa dapat hadir pada setiap pertemuan yang dilaksanakan guru di sekolah.

4. Semua sekolah yang  telah mendapatkan CD yang berisi beberapa paket soal sebelumnya seyogyanya dapat digunakan di sekolah secara makasimal untuk latihan pada peserta didik. Dan kepada para pengurus MGMP paket soal tersebut dapat menjadi bahan guna pengembangan kompetensi profesional para guru yang dilakukan di forum atau pertemuan masing-masing MGMP berkolaborasi dengan pengawas sekolah .
5. Peranan Kepala Sekolah selaku manajer dalam peningkatan mutu sekolahnya sangatlah besar, terutama dalam  menerapkan semua kebijakan pemerintah ( Daerah dan Pusat) dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan para pemangku kepentingan pendidikaan, dan bersikap progresif dalam menerapkan program program sekolahnya,. Kreatifitas  kepala sekolah di dalam pengelolaan sekolah dengan menerapkan model manajemen Berbasis Sekolah (MBS) juga sangat menentukan kemajuaan sekolahnya.
       
6. Guru perlu mengingatkan siswa calon peserta Ujian Nasional (UN) tahun ini agar  tidak terpengaruh dengan isu-isu tentang kunci jawaban soal UN yang beredar di tengah masyarakat. Siswa harus lebih percaya diri dan tidak mudah terpengaruh oleh iming-iming atau tawaran dari siapapun yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
7. Siswa harus percaya diri dan tidak perlu takut menghadapi UN karena soal-soal UN adalah soal yang sesuai dengan KD yang sifatnya standar minimal yang sudah diajarkan oleh gurunya di sekolah, Mereka harus didorong untuk melakukan kiat-kiat seperti : belajar dengan tekun dan disiplin, mengulangi mata pelajaran yang telah diajarkan serta bertanya kepada teman sejawat jika ada materi pelajaran yang belum dipahami.
Beberapa kiat yang penulis sampaikan  di atas yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah khususnya dalam menyiapkan seluruh siswanya sejak awal dan bagaimana Kepala Sekolah mampu memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing. Kita berharap bahwa sekolah mempunyai komitmen yang tinggi untuk mensukses penyelenggaran UN dengan menjunjung kejujuran dan dapat memperoleh hasil yang maksimal serta dapat meningkat hasilnya setiap tahun sebagai dampak dari meningkatnya profesionalitas dan kinerja para guru, kepala sekolah dan pengawas. Kita juga berharap bahwa keberhasilan ini hanya dapat dilakukan  oleh para guru profesional sebagai jawaban tentang keraguan banyak fihak terhadap dampak sertifikasi guru. Artinya para guru yang telah mendapatkan sertifikasi di samping adanya peningkatan kesejahteraan mereka juga adanya peningkatan kinerja yang memberi dampak kepada peningkatan mutu pendidikan.
IV. Bentuk  Kegiatan yang perlu dilakukan siswa Dalam Menghadapi UN
1. Belajar Lebih Giat Menjelang Ujian Nasional

  Menjelang UN, Siswa  harus belajar ekstra ketat. Materi pelajaran tidak hanya materi pada kelas terakhir saja yang perlu dikuasai tetapi juga materi pelajaran kelas 1. Mengingat materi tersebut relatif lebih banyak, maka siswa membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mempelajari kembali materi tersebut. Siswa perlu menjadwalkan kegiatan belajar secara teratur dan dilaksanakan dengan disiplin sesuai dengan jadwal yang telah mereka tetapkan sendiri.


2. Pelajari soal soal UN sebelumnya

Siswa diminta untuk  dapat mengkaji kembali soal-soal Ujian Nasional tahun yang lalu. Soal-soal tersebut berfungsi sebagai latihan mengerjakan atau menjawab soal-soal UN yang akan datang. Belajar kelompok bermanfaat untuk membahas, mendiskusikan materi pelajaran yang dianggap sulit. Melalui diskusi, siswa bisa saling tukar informasi, pendapat dan berbagai pengalaman. Anggota kelompoknya. Apabila ada materi pelajaran yang tidak dapat dipecahkan  kelompoknya maka siswa diminta untuk dapat menanyakan langsung kepada gurunya.  



V.  Kesimpulan

Siswa memilki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda, sesuai dengan kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda tersebut, maka permasalahan yang dihadapi berbeda-beda pula. Dalam melaksanakan pembelajaran guru perlu tanggap terhadap kesulitan yang dihadapi peserta didik. Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, peserta didik yang gagal mencapai tingkat kompetensi yang telah ditentukan perlu diberikan pembelajaran remedial. Dalam menghadapi UN, sekolah perlu mempersiapkan siswanya lebih baik sehingga mereka tidak mempunyai kesuliatan yang berarti dalam UN. Kegiatan yang dilakukan adalah penambahan jam belajar pada sore hari. Tujuannya adalah untuk membekali siswa yang lebih dengan penambahan waktu belajar.  Sebelum melakukan kegiatan tambahan jam belajar pada sore hari, sekolah hendaknya melakukan try out untuk melihat kemampuan siswa. Hasil try out tersebut  diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa, kemudian baru memberikan materi yang belum tuntas mereka kuasai.

DAFTAR KEPUSTAKAAN


Abdul Madjid, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar kompetensi Guru, (Cet. IV; Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008), h. 16.

Amtrong, D.G. dan J.J. Denton. (1998). Intructional skill handbook. Englewood. Cliff; Educational Technology Publications.

Boon. R. (2005). Remediation of reading, spelling dan comprehension. Sydey: Horris Park.

Mc. Keachie. et. al. (1994). Teaching Tips; Strategies, Reseach, and College and University Teachers. Exington. D.C. Healti and Co.

Rienties. B. Martin Rehm, and Joost Dijkstra. (2005). Remedial Online Teaching in Theory and Practice. Netherlands: Maastricht University Publ.

Penulis:
Drs. Ibrahim Bewa, MA.
Lahir di Aceh Utara, 2 Juni 1956. Master bidangPengajaran Bahasa Inggris, lulusan Thames ValleyUniversity (TVU) London.  Saat ini bekerja sebagai tenaga pengajar pada STAIN Malikussaleh Lhokseumawe dan Wakil Ketua MPD Kabupaten Aceh Utra

No comments:

12/11/2015

Karya Ilmiah : PERENCANAAN PENAMBAHAN JAM BELAJAR MENGHADAPI UJIAN NASIONAL



PERENCANAAN PENAMBAHAN JAM BELAJAR MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

Oleh
Drs. Ibrahim Bewa, MA

Abstrak
Penambahan jam belajar pada sore hari merupakan suatu kegiatan layanan pendidikan untuk membantu mengatasi kesulitan siswa dalam penuntasan belajar atau memperdalam pokok-pokoh bahasan yang telah mereka pelajari sebelumnya.  Pada umumnya  materi pelajaran yang disajikan berbentuk penyelesaian contoh soal-soal UN sebelumnya  dan materi-materi pelajaran yang  sesuai dengan kisi-kisi UN. Penambahan jam belajar ini  merupakan Instruksi Pj. Bupati Aceh Utara, H. Ali Basyah yang disampaikan pada acara pencanangan UN yang jujur dan bersih pada tanggal 14 Januari 2012  di halaman SMAN 1 Muara Batu. Dengan adanya bimbingan khusus pada sore hari, peserta calon ujian merasa tidak gentar menghadapi UN  karena mereka telah terbiasa mengerjakan soal-soal UN. Beberapa bentuk kegiatan siswa dan guru dibahas dalam tulisan ini seperti membedah Standar Kompetensi Lulusan , mengkaji Kisi-kisi soal UN tahun berjalan , melalukan telaah soal, dan melakukan try out. Majelis Pendidikan Daerah (MPD) berkonstribusi langsung dalam kegiatan penambahan jam belajar ini dengan melakukan pemantauan dan monitoring ke sekolah.
I . Pendahuluan

Dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) sering ditemukan  adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam mencapai Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD) dan penguasaan materi pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Secara umum kesulitan dimaksud dapat berupa kurangnya pembahasan materi pembelajaran oleh guru di sekolah, kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran yang terbatas, maupun kurangnya latihan  dalam mengerjakan tugas-tugas,dan menyelesaikan soal-soal ujian baik yang diberikan oleh guru atau yang terdapat dalam buku paket dan buku referensi lainnya. Untuk mengurangi kesulitan siswa dalam hal tersebut, maka diperlukan program penambahan jam belajar pada sore hari berupa pemberian pembelajaran remedial atau perbaikan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Penjabat Bupati Aceh Utara, H. Ali Basyah dalam sambutanya pada acara pencanangan UN yang jujur dan bersih di halaman SMAN 1
Muara Batu pada tanggal 14 Januari 2012  mengatakan bahwa  Ujian Nasional (UN)Tahun ini harus benar-benar dilaksanakan secara tulus iklas, jujur dan berkualitas dengan menerapkan prinsip-prinsip pengawasan melekat, agar hasil yang diperoleh peserta didik benar-benar dapat dipertanggungjawabkan baik secara aturan perundang-undangan yang berlaku maupun secara moral. Selanjutnya beliau meinstruksikan kepada semua Kepala Sekolah agar melakukan rencana sistematis pembelajaran tambahan pada sore hari  untuk membantu mengatasi kesulitan siswa dalam penuntasan belajar dan sekaligus meminta Majelas Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Utara untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan ini.

II. Pembahasan Penambahan jam belajar.

 Sesuai dengan Instruksi Bupati Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara diminta untuk mengambil tindakan tegas kepada semua pihak yang melakukan kecurangan dalam Penyelenggara Ujian Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dinas Pendidikan dan MPD telah melakukan sosialisasi tersebut secara bersama kepada semua Stakeholders pendidikan. Semua SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara telah melakukan persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional (UN). Persiapan tersebut adalah dengan menerapkan tambahan jam belajar pada sore hari bagi kelas terakhir.  Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan pengawas sekolah bersama pengurus MPD, penambahan jam belajar pada sore hari telah dilakukan antara 2 sampai 3 hari  dalam seminggu dan dilakukan di luar jam belajar regular. Beberapa sekolah memang sudah agak terlambat melakukan “Persiapan menghadapi UN tahun ini, namun mereka berjanji akan melakukannya pada awal tahun pelajaran untuk kegiatan selanjutnya. Bila penambahan jam belajar dilakukan sejak awal tentu siswa memiliki persiapan yang cukup untuk menghadapi UN sehingga mereka mempunyai kesempatan yang lebih banyak dalam mengerjakan soal soal yang diperkirakan akan keluar pada UN nanti.
.
Pada umumnya  materi pelajaran yang diberikan pada
kegiatan tambahan tersebut berupa contoh soal-soal UN tahun lalu dan beberapa materi yang dibuat guru sesuai dengan kisi-kisi UN. Dengan adanya penambahan jam belajar ini, siswa diharapkan tidak lagi terasa terbebani dengan UN karena mereka telah terbiasa mengerjakan soal-soal UN. Selain itu, Sekolah juga  menganjurkan kepada siswa agar bisa mencari latihan-latihan soal dari berbagai referensi termasuk  dari internet. Dalam proses pembelajaran guru diharapkan dapat memadukan antara praktik dan teori. Sehingga siswa tidak hanya mengerti teori yang diajarkan namun siswa bisa secara langsung mempraktikkanya. Hal itu sesuai dengan tujuan dari proses pembelajaran, dimana siswa dituntut untuk memiliki skill atau keahlian dan terutama pada  SMK, dimana siswa memiliki skill yang nantinya menjadi modal dasar untuk terjun ke dunia kerja.

III. Bentuk  Kegiatan yang perlu dipersiapkan  Sekolah Dalam Menghadapi UN
Agar kegiatan tambahan jam belajar lebih efektif, maka sekolah diminta untuk melakukan hal hal sebagai berikut:

1.  Guru diminta untuk dapat membedah Standar Kompetensi Lulusan , mengkaji Kisi-kisi soal UN tahun berjalan yang telah disiapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), melalukan telaah soal serta mengujicobakan kepada siswa minimal 2 kali dan hasilnya dianalisis untuk mengetahui sejauh mana prosentase ketercapaian , baik ketercapaian Kompetensi Dasar  yang telah mereka pelajari maupun ketercapaian ketuntasan siswa secara individual dalam memahami materi pembelajaran dan menyelesaikan soal soal ujian yang standar kesulitannya sama dengan  Soal Ujian Nasoinal.

2. Membentuk Tim MGMP mata pelajaran UN  di sekolah masing-masing untuk membahas  Strategi Persiapan menghadai UN dan secara bersama sama menyiapkan bahan ajar serta merakit soal-soal berdasarkan indikator yang telah ditetapkan dalam kisi kisi UN.
3. Sekolah diminta secara dini melaksanakan program sukses Ujian Nasional dan Ujian Sekolah dengan  pengadaan jam tambahan dan pembahasan soal-soal UN dan US pada siswa kelas terakhir. Sekolah juga meminta dukungan semua pihak terutama dari komite sekolah untuk mengawasi kegiatan tambahan jam belajar ini agar berlangsung dengan baik dan semua siswa dapat hadir pada setiap pertemuan yang dilaksanakan guru di sekolah.

4. Semua sekolah yang  telah mendapatkan CD yang berisi beberapa paket soal sebelumnya seyogyanya dapat digunakan di sekolah secara makasimal untuk latihan pada peserta didik. Dan kepada para pengurus MGMP paket soal tersebut dapat menjadi bahan guna pengembangan kompetensi profesional para guru yang dilakukan di forum atau pertemuan masing-masing MGMP berkolaborasi dengan pengawas sekolah .
5. Peranan Kepala Sekolah selaku manajer dalam peningkatan mutu sekolahnya sangatlah besar, terutama dalam  menerapkan semua kebijakan pemerintah ( Daerah dan Pusat) dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan para pemangku kepentingan pendidikaan, dan bersikap progresif dalam menerapkan program program sekolahnya,. Kreatifitas  kepala sekolah di dalam pengelolaan sekolah dengan menerapkan model manajemen Berbasis Sekolah (MBS) juga sangat menentukan kemajuaan sekolahnya.
       
6. Guru perlu mengingatkan siswa calon peserta Ujian Nasional (UN) tahun ini agar  tidak terpengaruh dengan isu-isu tentang kunci jawaban soal UN yang beredar di tengah masyarakat. Siswa harus lebih percaya diri dan tidak mudah terpengaruh oleh iming-iming atau tawaran dari siapapun yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
7. Siswa harus percaya diri dan tidak perlu takut menghadapi UN karena soal-soal UN adalah soal yang sesuai dengan KD yang sifatnya standar minimal yang sudah diajarkan oleh gurunya di sekolah, Mereka harus didorong untuk melakukan kiat-kiat seperti : belajar dengan tekun dan disiplin, mengulangi mata pelajaran yang telah diajarkan serta bertanya kepada teman sejawat jika ada materi pelajaran yang belum dipahami.
Beberapa kiat yang penulis sampaikan  di atas yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah khususnya dalam menyiapkan seluruh siswanya sejak awal dan bagaimana Kepala Sekolah mampu memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing. Kita berharap bahwa sekolah mempunyai komitmen yang tinggi untuk mensukses penyelenggaran UN dengan menjunjung kejujuran dan dapat memperoleh hasil yang maksimal serta dapat meningkat hasilnya setiap tahun sebagai dampak dari meningkatnya profesionalitas dan kinerja para guru, kepala sekolah dan pengawas. Kita juga berharap bahwa keberhasilan ini hanya dapat dilakukan  oleh para guru profesional sebagai jawaban tentang keraguan banyak fihak terhadap dampak sertifikasi guru. Artinya para guru yang telah mendapatkan sertifikasi di samping adanya peningkatan kesejahteraan mereka juga adanya peningkatan kinerja yang memberi dampak kepada peningkatan mutu pendidikan.
IV. Bentuk  Kegiatan yang perlu dilakukan siswa Dalam Menghadapi UN
1. Belajar Lebih Giat Menjelang Ujian Nasional

  Menjelang UN, Siswa  harus belajar ekstra ketat. Materi pelajaran tidak hanya materi pada kelas terakhir saja yang perlu dikuasai tetapi juga materi pelajaran kelas 1. Mengingat materi tersebut relatif lebih banyak, maka siswa membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mempelajari kembali materi tersebut. Siswa perlu menjadwalkan kegiatan belajar secara teratur dan dilaksanakan dengan disiplin sesuai dengan jadwal yang telah mereka tetapkan sendiri.


2. Pelajari soal soal UN sebelumnya

Siswa diminta untuk  dapat mengkaji kembali soal-soal Ujian Nasional tahun yang lalu. Soal-soal tersebut berfungsi sebagai latihan mengerjakan atau menjawab soal-soal UN yang akan datang. Belajar kelompok bermanfaat untuk membahas, mendiskusikan materi pelajaran yang dianggap sulit. Melalui diskusi, siswa bisa saling tukar informasi, pendapat dan berbagai pengalaman. Anggota kelompoknya. Apabila ada materi pelajaran yang tidak dapat dipecahkan  kelompoknya maka siswa diminta untuk dapat menanyakan langsung kepada gurunya.  



V.  Kesimpulan

Siswa memilki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda, sesuai dengan kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda tersebut, maka permasalahan yang dihadapi berbeda-beda pula. Dalam melaksanakan pembelajaran guru perlu tanggap terhadap kesulitan yang dihadapi peserta didik. Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, peserta didik yang gagal mencapai tingkat kompetensi yang telah ditentukan perlu diberikan pembelajaran remedial. Dalam menghadapi UN, sekolah perlu mempersiapkan siswanya lebih baik sehingga mereka tidak mempunyai kesuliatan yang berarti dalam UN. Kegiatan yang dilakukan adalah penambahan jam belajar pada sore hari. Tujuannya adalah untuk membekali siswa yang lebih dengan penambahan waktu belajar.  Sebelum melakukan kegiatan tambahan jam belajar pada sore hari, sekolah hendaknya melakukan try out untuk melihat kemampuan siswa. Hasil try out tersebut  diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa, kemudian baru memberikan materi yang belum tuntas mereka kuasai.

DAFTAR KEPUSTAKAAN


Abdul Madjid, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar kompetensi Guru, (Cet. IV; Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008), h. 16.

Amtrong, D.G. dan J.J. Denton. (1998). Intructional skill handbook. Englewood. Cliff; Educational Technology Publications.

Boon. R. (2005). Remediation of reading, spelling dan comprehension. Sydey: Horris Park.

Mc. Keachie. et. al. (1994). Teaching Tips; Strategies, Reseach, and College and University Teachers. Exington. D.C. Healti and Co.

Rienties. B. Martin Rehm, and Joost Dijkstra. (2005). Remedial Online Teaching in Theory and Practice. Netherlands: Maastricht University Publ.

Penulis:
Drs. Ibrahim Bewa, MA.
Lahir di Aceh Utara, 2 Juni 1956. Master bidangPengajaran Bahasa Inggris, lulusan Thames ValleyUniversity (TVU) London.  Saat ini bekerja sebagai tenaga pengajar pada STAIN Malikussaleh Lhokseumawe dan Wakil Ketua MPD Kabupaten Aceh Utra

No comments: