2/23/2012

Serangga Penghuni Tanah Terdalam

Hewan yang dapat hidup di tempat sekitar dua kilometer di bawah permukaan tanah ditemukan di gua  Krubera -Voronja. Hewan itu merupakan keluarga arthropoda yang hidup dari memakan jamur dan bahan-bahan lain yang membusuk, dengan nama latin Plutomurus orotobalaganensis, para peneliti menemukannya di kedalaman 1980 meter  di bawah permukaan tanah. Selain itu, mereka juga  menemukan tiga spesies baru yang berkeliaran di dalam gua, yaitu Anurida stereoodorata, Deuteraphorura kruberaensis dan Schaefferia profundissima.
Keempat spesies tersebut telah diklasifikasikan sebagai springtails (Collembola), yaitu sejenis serangga primitif yang tidak memiliki sayap. Keempatnya hidup di lingkungan yang gelap total dan tidak mempunyai mata.

Hewan-hewan itu ditemukan oleh Ana Sofia Reboleira dari Universitas Aveiro, Portugal, dan Alberto Sendra dari Museum Sejarah Alam Valencia, Spanyol. Mereka menjelajahi gua Krubera-Voronja sebagai bagian dari ekspedisi 2010 yang dipimpin oleh tim CaveX Ibero-Rusia.

Penemuan spesies hidup jauh di bawah tanah dalam kegelapan total memberikan wawasan baru ke dalam kondisi ekstrim di mana hewan dapat bertahan hidup. Demikian diwartakan New Scientist, Kamis (23/2/2012).

Sebelum penemuan ini, springtails hanya ditemukan setengah kilometer di bawah tanah. Pada 1986 silam, ditemukan Ongulonychiurus colpus yang tinggal 550 meter di bagian bawah sebuah gua di Spanyol, dan tahun lalu, Veles Tritomurus ditemukan di kedalaman 430 meter di gua-gua di Kroasia.

2/23/2012

Serangga Penghuni Tanah Terdalam

Hewan yang dapat hidup di tempat sekitar dua kilometer di bawah permukaan tanah ditemukan di gua  Krubera -Voronja. Hewan itu merupakan keluarga arthropoda yang hidup dari memakan jamur dan bahan-bahan lain yang membusuk, dengan nama latin Plutomurus orotobalaganensis, para peneliti menemukannya di kedalaman 1980 meter  di bawah permukaan tanah. Selain itu, mereka juga  menemukan tiga spesies baru yang berkeliaran di dalam gua, yaitu Anurida stereoodorata, Deuteraphorura kruberaensis dan Schaefferia profundissima.
Keempat spesies tersebut telah diklasifikasikan sebagai springtails (Collembola), yaitu sejenis serangga primitif yang tidak memiliki sayap. Keempatnya hidup di lingkungan yang gelap total dan tidak mempunyai mata.

Hewan-hewan itu ditemukan oleh Ana Sofia Reboleira dari Universitas Aveiro, Portugal, dan Alberto Sendra dari Museum Sejarah Alam Valencia, Spanyol. Mereka menjelajahi gua Krubera-Voronja sebagai bagian dari ekspedisi 2010 yang dipimpin oleh tim CaveX Ibero-Rusia.

Penemuan spesies hidup jauh di bawah tanah dalam kegelapan total memberikan wawasan baru ke dalam kondisi ekstrim di mana hewan dapat bertahan hidup. Demikian diwartakan New Scientist, Kamis (23/2/2012).

Sebelum penemuan ini, springtails hanya ditemukan setengah kilometer di bawah tanah. Pada 1986 silam, ditemukan Ongulonychiurus colpus yang tinggal 550 meter di bagian bawah sebuah gua di Spanyol, dan tahun lalu, Veles Tritomurus ditemukan di kedalaman 430 meter di gua-gua di Kroasia.