2/23/2012

Bunga dari Zaman Es Berhasil Dihidupkan Kembali

Suatu keberhasilan yang sangat menakjubkan atas keberhasilan para ilmuwan dari Rusiauntuk menghidupkan kembali bunga yang berasal dari zaman 30 ribu tahun yang lalu, yaitu Silene stenophylla. Bunga tersebut adalah tanaman paling tua yang pernah dihidpkan kembali. Hasil percobaan para ilmuwan untuk menghidupkan kembali bunga purba itu dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Semua ini berawal dari sebuah liang yang digali seekor tupai zaman es, di dalamnya mereka menemukan buah dan biji-bijian yang telah terjebak di lapisan permafrost Siberia selama lebih dari 30 ribu tahun.

Tupai menggali tanah yang beku untuk membangun liang persembunyiannya sendiri. Ukuran liang itu sebesar ukuran bola sepak. Di dalam liang tersebut, tupai akan meletakkan jerami, kemudian akan menambahkan bulu binatang dan membuatnya menjadi ruang penyimpanan ideal.

Seperti diberitakan oleh Associated Press, Selasa (21/2/2012), bila lazimnya tanaman ditumbuhkan lewat biji-bijian, para ilmuwan tersebut menghidupkan kembali bunga purba bernama latin Silene stenophylla itu menggunakan jaringan buahnya.

Keberhasilan mereka membangkitkan kembali Silene stenophylla, membuktikan bahwa lapisan permafrost berfungsi sebagai tempat penyimpanan alami untuk berbagai bentuk kehidupan kuno. "Menurut kami penting untuk melanjutkan penelitian pada  permafrost demi mencari kumpulan gen kuno pendahulu kehidupan, yang secara hipotesis telah lama menghilang dari permukaan Bumi," tulis para ilmuwan dalam sebuah artikel.

Svetlana Yashina dari Institute of Cell Biophysics di Russian Academy of Sciences, mengatakan bahwa tanaman yang dihidupkan kembali itu terlihat sangat mirip dengan versi modern-nya, dan masih tumbuh di wilayah yang sama di timur laut Siberia."Ini adalah tanaman yang sangat layak, dan menyesuaikan diri dengan baik," tandas Yashina yang memimpin penelitian itu.

2/23/2012

Bunga dari Zaman Es Berhasil Dihidupkan Kembali

Suatu keberhasilan yang sangat menakjubkan atas keberhasilan para ilmuwan dari Rusiauntuk menghidupkan kembali bunga yang berasal dari zaman 30 ribu tahun yang lalu, yaitu Silene stenophylla. Bunga tersebut adalah tanaman paling tua yang pernah dihidpkan kembali. Hasil percobaan para ilmuwan untuk menghidupkan kembali bunga purba itu dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Semua ini berawal dari sebuah liang yang digali seekor tupai zaman es, di dalamnya mereka menemukan buah dan biji-bijian yang telah terjebak di lapisan permafrost Siberia selama lebih dari 30 ribu tahun.

Tupai menggali tanah yang beku untuk membangun liang persembunyiannya sendiri. Ukuran liang itu sebesar ukuran bola sepak. Di dalam liang tersebut, tupai akan meletakkan jerami, kemudian akan menambahkan bulu binatang dan membuatnya menjadi ruang penyimpanan ideal.

Seperti diberitakan oleh Associated Press, Selasa (21/2/2012), bila lazimnya tanaman ditumbuhkan lewat biji-bijian, para ilmuwan tersebut menghidupkan kembali bunga purba bernama latin Silene stenophylla itu menggunakan jaringan buahnya.

Keberhasilan mereka membangkitkan kembali Silene stenophylla, membuktikan bahwa lapisan permafrost berfungsi sebagai tempat penyimpanan alami untuk berbagai bentuk kehidupan kuno. "Menurut kami penting untuk melanjutkan penelitian pada  permafrost demi mencari kumpulan gen kuno pendahulu kehidupan, yang secara hipotesis telah lama menghilang dari permukaan Bumi," tulis para ilmuwan dalam sebuah artikel.

Svetlana Yashina dari Institute of Cell Biophysics di Russian Academy of Sciences, mengatakan bahwa tanaman yang dihidupkan kembali itu terlihat sangat mirip dengan versi modern-nya, dan masih tumbuh di wilayah yang sama di timur laut Siberia."Ini adalah tanaman yang sangat layak, dan menyesuaikan diri dengan baik," tandas Yashina yang memimpin penelitian itu.